kehilangan..
itu kata yang ingin terucap jelas dari mulut namun terhenti oleh kenyataan yang memilukan.
ketika dia semakin menjauh hal yang terbesit adalah, sudah saatnya kami akan merasakan kehilangan itu cepat atau lambat.
sakit memang, tapi keputusan telah dibuat, dan aku yakin dengan semua, meski masih sulit untuk dijalani.
luka
separah itu luka yang harus tertoreh dihatinya, sampai ada begitu banyak sakit dan pilu yang sampai detik ini masih membekas dan harus dijalani.
luka yang tertinggal begitu dalam tatkala kami sedang menjalani semua dengan indahnya, sehingga sekarang aku yang terluka.
terluka melihat sakitnya, terluka melihat deritanya, terluka melihat airmata yang tertahan, dan terluka mengenang semua kenangan dengannya.
bingung
tak mampu kebendung lagi kebingungan akan semua yang terjadi.
seakan berlangsung dengan cepatnya, seakan pergi dengan gampangnya, tp tak seperti itu nyatanya.
aku tetapkan masa depanku, ku raih semua kebahagiaanku, ku genggam semua senyumku. Tapi kutinggalkan bagian terbaik dalam hidupku di dalam lubang hitam, tempat dingin yang sangat tak bersahabat itu.
kemunafikan
aku memendam semua dalam hati seorang diri, semua perasaan yang tertinggal tanpa ada satupun yang mengetahui, terutama dia yang selalu disampingku sekarang.
aku munafik, tp berusaha mengenyahkan semua kenangan itu.
aku yakin dengan jalan yang ku ambil, hanya tak mampu untuk melupakan semudah itu sakitĀ dan pedih yang harus ia rasakan, aku dalangnya..
BAHAGIA
aku harap dia dapat bahagia, lebih bahagia dari yang bisa kuberikan dulu
aku harap dia dapat yang terbaik, lebih baik dari yang bisa kuberikan dulu
aku harap dia tersenyum, labih baik dari yang bisa kuberikan dulu
aku harap dia mengerti, lebih baik dari yang bisa kuberikan dulu
KARENA AKU SANGAT BAHAGIA, DENGAN JALAN YANG KUAMBIL, DENGAN PILIHAN YANG KUPILIH,
terima kasih, suatu saat nanti pasti semua luka ini akan membaik, dan aku yakin kita akan bisa tersenyum, tersenyum lebar sambil mengatakan..”apa kabar?”